Bagi kalangan pelajar atau mahasiswa, mengatur jadwal dan menghapal setiap mata pelajaran satu persatu terkadang bisa sangat membosankan. Malas rasanya jika kita harus mengecek satu persatu jadwal pelajaran dalam satu hari serta mengingat beberapa lama mata pelajaran itu bakal berlangsung. Tapi kalau anda menggunakan ponsel berbasis Java, masalah ini bisa diantisipasi.
Untungnya Przemyslaw Szybowski merilis Mobile Scheduler 1.0. ya aplikasi ini bakal sangat membantu pelajar atau mahasiswa yang ingin memantau jadwal pelajaran dan mengaturnya secara rapi di ponsel. Alhasil, dengan Mobile Scheduler 1.0, tak ada lagi istilah terlambat masuk kelas atau kehilangan momen tertentu dalam pelajaran atau mata kuliah tertentu.
Aplikasi yang berbentuk organizer sederhana ini memiliki tampilan yang cukup gampang dan mudah diakses. Pengaturanya pun relative sederhana dan tak membuat repot. Ujung-ujungnya, aplikasi ini membuat pemilik ponsel bisa memantau dan mengorganisir setiap mata pelajaran sehari-hari di sekolah atau kampus dengan cara yang simple dan praktis.
Mobile Scheduler 1.0 bisa mengingatkan kapan sebuah mata pelajaran dimulai sekaligus juga mengingatkan kapan mata pelajaran itu selesai. Selain itu, aplikasi ini bisa memberitahu dimana ruangan tempat pelajaran atau mata kuliah berlangsung, nama mata kuliah atau pelajaran dan beberapa informasi tambahan yang bisa membantu.
Menariknya, aplikasi ini ditawarkan secara gratis oleh pengembangnya. Anda tinggal men-downloadnya lalu mengaplikasikannya pada ponsel anda tanpa harus merogeh kocek. Oleh karena itu bagi anda yang menginginkan aplikasi ini dapat di download di http://handheld.softpedia.com.
Kamis, 31 Desember 2009
JoikuSpot Light 2.3 "Satu Aplikasi Banyak Koneksi"
Selama ini handphone sering digunakan sebagai modem internet Laptop atau PC karena sangat praktis digunakan. Selain itu teknologi data bearer handphone dan operator penyedia layanan seluler sudah maju, beberapa menawarkan teknologi 3G dan HSDPA. Belum lagi isu harga yang lebih murah dan biayanya yang bisa kita atur sendiri sesuai pemakian.
Tapi bagi beberapa orang ini belum cukup. Yang namanya modem hanya bisa melayani satu koneksi saja, satu handphone (sebagai modem) untuk satu Notebook atau PC. Ide dasarnya, kalau handphone bisa jadi modem pastinya handphone juga bisa jadi alat koneksi nirkabel internet lain, seperti router WiFi. Dengan perkembangan handphone saat ini, ide handphone router WiFi bukan hal mustahil.
Adalah aplikasi Symbian bernama JoikuSpot Light buatan Joikusoft Oy yang berhasil mewujudkan ide itu. Sebenarnya bukan cuma JoikuSpot Light saja, ada banyak aplikasi lain yang bisa mengubah handphone kita menjadi router, tapi aplikasi ini merupakan salah satu yang paling bagus. Dan kabar baiknya adalah JoikuSpot Light merupakan freeware alias gratis…tisss…tiss. Asyik khan!!!!
JoikuSpot Light 2.3 adalah update paling baru. Fitur-fiturnya sangat lengkap, mulai dari fitur WEP encryption, network auto searching, device autosearching dan penghemat baterai. Cara kerjanya cukup sederhana, setelah di aktifkan handphone yang sudah di install, JoikuSpot Light akan membagi koneksi internetnya melalui WiFi. Koneksi internet yang dibagi dengan perangkat lain adalah jaringan internet operator sesuai SimCard anda.
Tapi namanya juga router ‘jadi-jadian’, tidak berarti bisa kita samakan dengan kemampuan router asli. Masalah koneksi internet misalnya, JoikuSpot Light hanya mendukung teknologi 3G. terus dalam satu sesi JoikuSpot Light cuma bisa menampung maksimal 5 koneksi untuk handphone dan 2 untuk Laptop atau PC. Beberapa aplikasi seperti Microsoft Outlook, GoogleTalk dan Skypy, tidak bisa berjalan optimal. Oya, aplikasi ini hanya untuk handphone teman-teman yang memiliki system operasi Symbian 9.1 S60 third edition yang mempunyai fasilitas 3G dan WiFi saja Lho….!! Untuk teman-teman yang menginginkan aplikasi ini, dapat di download di www.joikuspot.com.
Selamat Mencoba….!!
Tapi bagi beberapa orang ini belum cukup. Yang namanya modem hanya bisa melayani satu koneksi saja, satu handphone (sebagai modem) untuk satu Notebook atau PC. Ide dasarnya, kalau handphone bisa jadi modem pastinya handphone juga bisa jadi alat koneksi nirkabel internet lain, seperti router WiFi. Dengan perkembangan handphone saat ini, ide handphone router WiFi bukan hal mustahil.
Adalah aplikasi Symbian bernama JoikuSpot Light buatan Joikusoft Oy yang berhasil mewujudkan ide itu. Sebenarnya bukan cuma JoikuSpot Light saja, ada banyak aplikasi lain yang bisa mengubah handphone kita menjadi router, tapi aplikasi ini merupakan salah satu yang paling bagus. Dan kabar baiknya adalah JoikuSpot Light merupakan freeware alias gratis…tisss…tiss. Asyik khan!!!!
JoikuSpot Light 2.3 adalah update paling baru. Fitur-fiturnya sangat lengkap, mulai dari fitur WEP encryption, network auto searching, device autosearching dan penghemat baterai. Cara kerjanya cukup sederhana, setelah di aktifkan handphone yang sudah di install, JoikuSpot Light akan membagi koneksi internetnya melalui WiFi. Koneksi internet yang dibagi dengan perangkat lain adalah jaringan internet operator sesuai SimCard anda.
Tapi namanya juga router ‘jadi-jadian’, tidak berarti bisa kita samakan dengan kemampuan router asli. Masalah koneksi internet misalnya, JoikuSpot Light hanya mendukung teknologi 3G. terus dalam satu sesi JoikuSpot Light cuma bisa menampung maksimal 5 koneksi untuk handphone dan 2 untuk Laptop atau PC. Beberapa aplikasi seperti Microsoft Outlook, GoogleTalk dan Skypy, tidak bisa berjalan optimal. Oya, aplikasi ini hanya untuk handphone teman-teman yang memiliki system operasi Symbian 9.1 S60 third edition yang mempunyai fasilitas 3G dan WiFi saja Lho….!! Untuk teman-teman yang menginginkan aplikasi ini, dapat di download di www.joikuspot.com.
Selamat Mencoba….!!
JARINGAN
Jaringan dibedakan berdasarkan jumlah pemakai yang dilayani. Teknologi berperan penting karena ada batasan fisik untuk jarak antar-komputer berdasarkan medium komunikasi yang digunakan. Agar tergabung kesuatu jaringan, tiap peralatan tiap computer, printer, atau peralatan serupa harus disambungkan kemedium komunikasi melalui suatu network interface card.
Network Interface Card (NIC) berperan sebagai perantara antara data yang bergerak dari computer atau peralatan lain dan jaringan. NIC lebih dari sekedar buffer untuk memungkinkan penyimpanan data, NIC juga menerjemahkan informasi dari paket-paket untuk menentukan apakah data tersebut harus ditangkap atau harus dibiarkan melewati medium komunikasi.
Macam-macam Jaringan :
1. Jaringan Setempat (Local Area Network)
Jaringan setempat (Local Area Network) atau LAN, adalah sekumpulan computer dan peralatan lain (seperti printer) yang saling berhubungan melalui suatu medium yang sama. LAN umumnya menghubungkan computer-komputer yang dekat secara fisik, misalnya diruang atau gedung yang sama. Jumlah computer dan peralatan lain yang dapat dihubungkan ke satu LAN terbatas. Batasan tersebut bervariasi, tergantung medium yang menghubungkan computer tersebut dan perangkat lunak LAN yang digunakan.
Sebagai patokan umum, LAN hanya mencakup jarak total sekitar setengah mil saja. Jarak antara komputer-komputer yang dihubungkan oleh medium komunikasi tersebut umumnya paling sedikit 60 sentimeter dan tidak lebih dari 18 meter. Saat ini kecepatan transmisi data melalui LAN umumnya sekitar 10 juta bit per detik hingga 100 juta bit per detik. LAN hanya menggunakan media jaringan pribadi, LAN tidak mentransfer data melalui system telepon public.
2. Jaringan Metropolitan (Metropolitan Area Network)
Jaringan Metropolitan atau MAN adalah jaringan dengan area yang cukup luas untuk mencakup suatu kota secara keseluruhan atau beberapa kota kecil yang berdekatan. Jarak fisiknya sekitar 30 mil. MAN muncul ketika kebutuhan untuk menghubungkan beberapa computer melampaui batas jarak LAN. MAN menggunakan topologi LAN dan beberapa protocol yang berkaitan dengan jarinngan luas. Seperti LAN, MAN tidak menggunakan system telepon public untuk transfer data. MAN yang umum mentransfer data dengan kecepatan 100Mbps karena medium komunikasi yang biasa digunakan adalah serat optic.
3. Jaringan Luas (Wide Area Network)
Jaringan Luas (Wide Area Network) atau WAN, digunakan untuk menghubungkan berbagai computer dan peralatan lain bila jaraknya melampaui batasan LAN dan MAN. System telepon public, atau common carrier, digunakan untuk jaringan luas. Kelemahan utama penggunaan system telepon public adalah penurunan kecepatan transmisi. Kecepatan yang terbatas ini disebabkan oleh protocol untuk peralatan telepon. Sebagian besar data saat ini ditransmisikan melalui system telepon public dengan kecepatan antara 9.600 bit per detik sampai 1 Mbps.
Network Interface Card (NIC) berperan sebagai perantara antara data yang bergerak dari computer atau peralatan lain dan jaringan. NIC lebih dari sekedar buffer untuk memungkinkan penyimpanan data, NIC juga menerjemahkan informasi dari paket-paket untuk menentukan apakah data tersebut harus ditangkap atau harus dibiarkan melewati medium komunikasi.
Macam-macam Jaringan :
1. Jaringan Setempat (Local Area Network)
Jaringan setempat (Local Area Network) atau LAN, adalah sekumpulan computer dan peralatan lain (seperti printer) yang saling berhubungan melalui suatu medium yang sama. LAN umumnya menghubungkan computer-komputer yang dekat secara fisik, misalnya diruang atau gedung yang sama. Jumlah computer dan peralatan lain yang dapat dihubungkan ke satu LAN terbatas. Batasan tersebut bervariasi, tergantung medium yang menghubungkan computer tersebut dan perangkat lunak LAN yang digunakan.
Sebagai patokan umum, LAN hanya mencakup jarak total sekitar setengah mil saja. Jarak antara komputer-komputer yang dihubungkan oleh medium komunikasi tersebut umumnya paling sedikit 60 sentimeter dan tidak lebih dari 18 meter. Saat ini kecepatan transmisi data melalui LAN umumnya sekitar 10 juta bit per detik hingga 100 juta bit per detik. LAN hanya menggunakan media jaringan pribadi, LAN tidak mentransfer data melalui system telepon public.
2. Jaringan Metropolitan (Metropolitan Area Network)
Jaringan Metropolitan atau MAN adalah jaringan dengan area yang cukup luas untuk mencakup suatu kota secara keseluruhan atau beberapa kota kecil yang berdekatan. Jarak fisiknya sekitar 30 mil. MAN muncul ketika kebutuhan untuk menghubungkan beberapa computer melampaui batas jarak LAN. MAN menggunakan topologi LAN dan beberapa protocol yang berkaitan dengan jarinngan luas. Seperti LAN, MAN tidak menggunakan system telepon public untuk transfer data. MAN yang umum mentransfer data dengan kecepatan 100Mbps karena medium komunikasi yang biasa digunakan adalah serat optic.
3. Jaringan Luas (Wide Area Network)
Jaringan Luas (Wide Area Network) atau WAN, digunakan untuk menghubungkan berbagai computer dan peralatan lain bila jaraknya melampaui batasan LAN dan MAN. System telepon public, atau common carrier, digunakan untuk jaringan luas. Kelemahan utama penggunaan system telepon public adalah penurunan kecepatan transmisi. Kecepatan yang terbatas ini disebabkan oleh protocol untuk peralatan telepon. Sebagian besar data saat ini ditransmisikan melalui system telepon public dengan kecepatan antara 9.600 bit per detik sampai 1 Mbps.
Dampak Internet Pada Bisnis Di Masa Depan
Internet dilihat sebagai awal dari Infrastruktur Informasi Nasional (National Information Infrastructure) atau NII. tiap negara akan mempunyai NII, dan tiap negara akan saling dihubungkan dengan suatu cara yang belum ditentukan.
Misalkan bahwa NII menjadi suatu kenyataan, itu akan mempengaruhi perdagangan di berbagai Negara dengan cara bervariasi. Dalam Negara yang sangat terindustrialisasi seperti Kanada, Jepang, Korea, Jerman, dan A.S., yang cepat menggunakan teknologi, efeknya cepat dan dramatis.
Misalnya, di Amerika Serikat informasi yang dikumpulkanoleh suatu Negara perusahaan dalam suatu bisnis yang normal umumnya dimiliki oleh perusahaan itu. Banyak pemakai web melihat pemberitahuan di situs web bahwa informasi yang dikumpulkan tidak akan diteruskan ke perusahaan lain. Tetapi perusahaan itu memiliki data tersebut dan memiliki hak untuk membaginya dengan perusahaan lain. Di Eropa standar ini lebih keras. Perusahaan umumnya tidak di izinkan untuk berbagi informasi pelanggan dengan perusahaan lain kecuali mendapatkan izin tertulis dari pelanggan yang memperbolehkan pembagian data. Perbedaan pendapat mengenai privasi data pelanggan bisa berdampak serius pada kemampuan perusahaan A.S. untuk berbisnis di Eropa.
Dalam suatu Negara, efek itu dapat bervariasi dari satu industri ke industri lain. Dalam industri eceran A.S. misalnya, penyertaan internet ke dalam rencana srategis perusahaan bukanlah pertanyaan “perlukah kita melakukannya?” atau “Kapan seharusnya kita melakukannya?” untuk semua pengeceryang telah mengikuti jejak jaringan raksasa, pertanyaan tersebut dijawab “Ya” dan “Sekarang”.
Jaringan-jaringan raksasa tidak akan menyerahkan lokasi took mereka, tetapi mereka akan melengkapinya dengan internet. Penjualan eceran di A.S. dirmalkan berjumlah $200 mmilyar, dan dari internet diperkirakan berjumlah $6,5 juta, atau 3% dari total. Dalam eceran, marjin laba begitu kecil sehingga penurunan penjualan hanya sebesar 3 atau 4 persen dapat mengubah suatu perusahaan menjadi rugi. Bagi banyak pengecer, mengembangkan kehadiran internet mungkin merupakan strategi bertahan hidup. Hal yang sama dapat dikatakan untuk banyak perusahaan di industri lain.
Misalkan bahwa NII menjadi suatu kenyataan, itu akan mempengaruhi perdagangan di berbagai Negara dengan cara bervariasi. Dalam Negara yang sangat terindustrialisasi seperti Kanada, Jepang, Korea, Jerman, dan A.S., yang cepat menggunakan teknologi, efeknya cepat dan dramatis.
Misalnya, di Amerika Serikat informasi yang dikumpulkanoleh suatu Negara perusahaan dalam suatu bisnis yang normal umumnya dimiliki oleh perusahaan itu. Banyak pemakai web melihat pemberitahuan di situs web bahwa informasi yang dikumpulkan tidak akan diteruskan ke perusahaan lain. Tetapi perusahaan itu memiliki data tersebut dan memiliki hak untuk membaginya dengan perusahaan lain. Di Eropa standar ini lebih keras. Perusahaan umumnya tidak di izinkan untuk berbagi informasi pelanggan dengan perusahaan lain kecuali mendapatkan izin tertulis dari pelanggan yang memperbolehkan pembagian data. Perbedaan pendapat mengenai privasi data pelanggan bisa berdampak serius pada kemampuan perusahaan A.S. untuk berbisnis di Eropa.
Dalam suatu Negara, efek itu dapat bervariasi dari satu industri ke industri lain. Dalam industri eceran A.S. misalnya, penyertaan internet ke dalam rencana srategis perusahaan bukanlah pertanyaan “perlukah kita melakukannya?” atau “Kapan seharusnya kita melakukannya?” untuk semua pengeceryang telah mengikuti jejak jaringan raksasa, pertanyaan tersebut dijawab “Ya” dan “Sekarang”.
Jaringan-jaringan raksasa tidak akan menyerahkan lokasi took mereka, tetapi mereka akan melengkapinya dengan internet. Penjualan eceran di A.S. dirmalkan berjumlah $200 mmilyar, dan dari internet diperkirakan berjumlah $6,5 juta, atau 3% dari total. Dalam eceran, marjin laba begitu kecil sehingga penurunan penjualan hanya sebesar 3 atau 4 persen dapat mengubah suatu perusahaan menjadi rugi. Bagi banyak pengecer, mengembangkan kehadiran internet mungkin merupakan strategi bertahan hidup. Hal yang sama dapat dikatakan untuk banyak perusahaan di industri lain.
Proses Terjadinya Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.
Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.
Gerhana matahari dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu: gerhana total, gerhana sebagian, dan gerhana cincin. Sebuah gerhana matahari dikatakan sebagai gerhana total apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itu, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.
Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
Gerhana matahari tidak dapat berlangsung melebihi 7 menit 40 detik. Ketika gerhana matahari, orang dilarang melihat ke arah Matahari dengan mata telanjang karena hal ini dapat merusakkan mata secara permanen dan mengakibatkan kebutaan.
Proses Terjadinya Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.
Jenis-jenis gerhana bulan :
Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.
Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.
Jenis-jenis gerhana bulan :
Gerhana bulan total
Pada gerhana ini, bulan akan tepat berada pada daerah umbra.
Gerhana bulan sebagian
Pada gerhana ini, tidak seluruh bagian bulan terhalangi dari matahari oleh bumi. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan.
Gerhana bulan penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
Perang Salib
Perang Salib adalah kumpulan gelombang dari pertikaian agama bersenjata yang dimulai oleh kaum Kristiani pada periode 1095 – 1291; biasanya direstui oleh Paus atas nama Agama Kristen, dengan tujuan untuk menguasai kembali Yerusalem dan “Tanah Suci” dari kekuasaan Muslim dan awalnya diluncurkan sebagai respon atas permohonan dari Kekaisaran Byzantium yang beragama Kristen Ortodox Timur untuk melawan ekspansi dari Dinasti Seljuk yang beragama Islam ke Anatolia.
Istilah ini juga digunakan untuk ekspedisi-ekspedisi kecil yang terjadi selama Abad ke 16 di wilayah diluar Benua Eropa, biasanya terhadap kaum pagan dan kaum non-Kristiani untuk alasan campuran antara agama, ekonomi dan politik. Skema penomoran tradisional atas Perang Salib memasukkan 9 ekspedisi besar ke Tanah Suci selama Abad ke 11 sampai dengan Abad ke 13. “Perang Salib” lainnya yang tidak bernomor berlanjut hingga Abad ke 16 dan berakhir ketika iklim politik dan agama di Eropa berubah secara signifikan selama masa Renaissance.
Perang Salib pada hakikatnya bukan perang agama, melainkan perang merebut kekuasaan daerah. Hal ini dibuktikan bahwa tentara Salib dan tentara Muslim saling bertukar ilmu pengetahuan.
Perang Salib berpengaruh sangat luas terhadap aspek-aspek politik, ekonomi dan sosial, yang mana beberapa bahkan masih berpengaruh sampai masa kini. Karena konfilk internal antara kerajaan-kerajaan Kristen dan kekuatan-kekuatan politik, beberapa ekspedisi Perang Salib (seperti Perang Salib Keempat) bergeser dari tujuan semulanya dan berakhir dengan dijarahnya kota-kota Kristen, termasuk ibukota Byzantium, Konstantinopel. Perang Salib Keenam adalah perang salib pertama yang bertolak tanpa restu resmi dari gereja Katolik, dan menjadi contoh preseden yang memperbolehkan penguasa lain untuk secara individu menyerukan perang salib dalam ekspedisi berikutnya ke Tanah Suci. Konflik internal antara kerajaan-kerajaan Muslim dan kekuatan-kekuatan politik pun mengakibatkan persekutuan antara satu faksi melawan faksi lainnya seperti persekutuan antara kekuatan Tentara Salib dengan Kesultanan Rum yang Muslim dalam Perang Salib Kelima.
Asal mula ide perang salib adalah perkembangan yang terjadi di Eropa Barat sebelumnya pada Abad Pertengahan, selain itu juga menurunnya pengaruh Kekaisaran Byzantium di timur yang disebabkan oleh gelombang baru serangan Muslim Turki. Pecahnya Kekaisaran Carolingian pada akhir Abad Ke-9, dikombinasikan dengan stabilnya perbatasan Eropa sesudah peng-Kristen-an bangsa-bangsa Viking, Slav dan Magyar, telah membuat kelas petarung bersenjata yang energinya digunakan secara salah untuk bertengkar satu sama lain dan meneror penduduk setempat. Gereja berusaha untuk menekan kekerasan yang terjadi melalui gerakan-gerakan Pax Dei dan Treuga Dei. Usaha ini dinilai berhasil, akan tetapi para ksatria yang berpengalaman selalu mencari tempat untuk menyalurkan kekuatan mereka dan kesempatan untuk memperluas daerah kekuasaan pun menjadi semakin tidak menarik. Kecuali pada saat terjadi Reconquista di Spanyol dan Portugal, dimana pada saat itu ksatria-ksatria dari Iberia dan pasukan lain dari beberapa tempat di Eropa bertempur melawan pasukan Moor Islam, yang sebelumnya berhasil menyerang dan menaklukan sebagian besar Semenanjung Iberia dalam kurun waktu 2 abad.
Pada tahun 1063, Paus Alexander II memberikan restu kepausan bagi kaum Kristen Iberia untuk memerangi kaum Muslim. Paus memberikan baik restu kepausan standard maupun pengampunan bagi siapa saja yang terbunuh dalam pertempuran tersebut. Maka, permintaan yang datang dari Kekaisaran Byzantium yang sedang diancam oleh kaum Muslim Seljuk, menjadi perhatian semua orang. Hal ini terjadi pada tahun 1074, dari Kaisar Michael VII kepada Paus Gregorius VII dan sekali lagi pada tahun 1095, dari Kaisar Alexius I Comnenus kepada Paus Urbanus II.
Perang Salib adalah sebuah gambaran dari dorongan keagamaan yang intens yang merebak pada akhir abad ke-11 di masyarakat. Seorang tentara Salib, sesudah memberikan sumpah sucinya, akan menerima sebuah salib dari Paus atau wakilnya dan sejak saat itu akan dianggap sebagai “tentara gereja”. Hal ini sebagian adalah karena adanya Kontroversi Investiture, yang berlangsung mulai tahun 1075 dan masih berlangsung selama Perang Salib Pertama. Karena kedua belah pihak yang terlibat dalam Kontroversi Investiture berusaha untuk menarik pendapat publik, maka masyarakat menjadi terlibat secara pribadi dalam pertentangan keagamaan yang dramatis. Hasilnya adalah kebangkitan semangat Kristen dan ketertarikan publik pada masalah-masalah keagamaan. Hal ini kemudian diperkuat oleh propaganda keagamaan tentang Perang untuk Keadilan untuk mengambil kembali Tanah Suci – yang termasuk Yerusalem (dimana kematian, kebangkitan dan pengangkatan Yesus ke Surga terjadi menurut ajaran Kristen) dan Antioch (kota Kristen yang pertama) - dari orang Muslim. Selanjutnya, “Penebusan Dosa” adalah faktor penentu dalam hal ini. Ini menjadi dorongan bagi setiap orang yang merasa pernah berdosa untuk mencari cara menghindar dari kutukan abadi di Neraka. Persoalan ini diperdebatkan dengan hangat oleh para tentara salib tentang apa sebenarnya arti dari “penebusan dosa” itu. Kebanyakan mereka percaya bahwa dengan merebut Yerusalem kembali, mereka akan dijamin masuk surga pada saat mereka meninggal dunia. Akan tetapi, kontroversi yang terjadi adalah apa sebenarnya yang dijanjikan oleh paus yang berkuasa pada saat itu. Suatu teori menyatakan bahwa jika seseorang gugur ketika bertempur untuk Yerusalemlah “penebusan dosa” itu berlaku. Teori ini mendekati kepada apa yang diucapkan oleh Paus Urbanus II dalam pidato-pidatonya. Ini berarti bahwa jika para tentara salib berhasil merebut Yerusalem, maka orang-orang yang selamat dalam pertempuran tidak akan diberikan “penebusan”. Teori yang lain menyebutkan bahwa jika seseorang telah sampai ke Yerusalem, orang tersebut akan dibebaskan dari dosa-dosanya sebelum Perang Salib. Oleh karena itu, orang tersebut akan tetap bisa masuk Neraka jika melakukan dosa sesudah Perang Salib. Seluruh faktor inilah yang memberikan dukungan masyarakat kepada Perang Salib Pertama dan kebangkitan keagamaan pada abad ke-12.
Istilah ini juga digunakan untuk ekspedisi-ekspedisi kecil yang terjadi selama Abad ke 16 di wilayah diluar Benua Eropa, biasanya terhadap kaum pagan dan kaum non-Kristiani untuk alasan campuran antara agama, ekonomi dan politik. Skema penomoran tradisional atas Perang Salib memasukkan 9 ekspedisi besar ke Tanah Suci selama Abad ke 11 sampai dengan Abad ke 13. “Perang Salib” lainnya yang tidak bernomor berlanjut hingga Abad ke 16 dan berakhir ketika iklim politik dan agama di Eropa berubah secara signifikan selama masa Renaissance.
Perang Salib pada hakikatnya bukan perang agama, melainkan perang merebut kekuasaan daerah. Hal ini dibuktikan bahwa tentara Salib dan tentara Muslim saling bertukar ilmu pengetahuan.
Perang Salib berpengaruh sangat luas terhadap aspek-aspek politik, ekonomi dan sosial, yang mana beberapa bahkan masih berpengaruh sampai masa kini. Karena konfilk internal antara kerajaan-kerajaan Kristen dan kekuatan-kekuatan politik, beberapa ekspedisi Perang Salib (seperti Perang Salib Keempat) bergeser dari tujuan semulanya dan berakhir dengan dijarahnya kota-kota Kristen, termasuk ibukota Byzantium, Konstantinopel. Perang Salib Keenam adalah perang salib pertama yang bertolak tanpa restu resmi dari gereja Katolik, dan menjadi contoh preseden yang memperbolehkan penguasa lain untuk secara individu menyerukan perang salib dalam ekspedisi berikutnya ke Tanah Suci. Konflik internal antara kerajaan-kerajaan Muslim dan kekuatan-kekuatan politik pun mengakibatkan persekutuan antara satu faksi melawan faksi lainnya seperti persekutuan antara kekuatan Tentara Salib dengan Kesultanan Rum yang Muslim dalam Perang Salib Kelima.
Asal mula ide perang salib adalah perkembangan yang terjadi di Eropa Barat sebelumnya pada Abad Pertengahan, selain itu juga menurunnya pengaruh Kekaisaran Byzantium di timur yang disebabkan oleh gelombang baru serangan Muslim Turki. Pecahnya Kekaisaran Carolingian pada akhir Abad Ke-9, dikombinasikan dengan stabilnya perbatasan Eropa sesudah peng-Kristen-an bangsa-bangsa Viking, Slav dan Magyar, telah membuat kelas petarung bersenjata yang energinya digunakan secara salah untuk bertengkar satu sama lain dan meneror penduduk setempat. Gereja berusaha untuk menekan kekerasan yang terjadi melalui gerakan-gerakan Pax Dei dan Treuga Dei. Usaha ini dinilai berhasil, akan tetapi para ksatria yang berpengalaman selalu mencari tempat untuk menyalurkan kekuatan mereka dan kesempatan untuk memperluas daerah kekuasaan pun menjadi semakin tidak menarik. Kecuali pada saat terjadi Reconquista di Spanyol dan Portugal, dimana pada saat itu ksatria-ksatria dari Iberia dan pasukan lain dari beberapa tempat di Eropa bertempur melawan pasukan Moor Islam, yang sebelumnya berhasil menyerang dan menaklukan sebagian besar Semenanjung Iberia dalam kurun waktu 2 abad.
Pada tahun 1063, Paus Alexander II memberikan restu kepausan bagi kaum Kristen Iberia untuk memerangi kaum Muslim. Paus memberikan baik restu kepausan standard maupun pengampunan bagi siapa saja yang terbunuh dalam pertempuran tersebut. Maka, permintaan yang datang dari Kekaisaran Byzantium yang sedang diancam oleh kaum Muslim Seljuk, menjadi perhatian semua orang. Hal ini terjadi pada tahun 1074, dari Kaisar Michael VII kepada Paus Gregorius VII dan sekali lagi pada tahun 1095, dari Kaisar Alexius I Comnenus kepada Paus Urbanus II.
Perang Salib adalah sebuah gambaran dari dorongan keagamaan yang intens yang merebak pada akhir abad ke-11 di masyarakat. Seorang tentara Salib, sesudah memberikan sumpah sucinya, akan menerima sebuah salib dari Paus atau wakilnya dan sejak saat itu akan dianggap sebagai “tentara gereja”. Hal ini sebagian adalah karena adanya Kontroversi Investiture, yang berlangsung mulai tahun 1075 dan masih berlangsung selama Perang Salib Pertama. Karena kedua belah pihak yang terlibat dalam Kontroversi Investiture berusaha untuk menarik pendapat publik, maka masyarakat menjadi terlibat secara pribadi dalam pertentangan keagamaan yang dramatis. Hasilnya adalah kebangkitan semangat Kristen dan ketertarikan publik pada masalah-masalah keagamaan. Hal ini kemudian diperkuat oleh propaganda keagamaan tentang Perang untuk Keadilan untuk mengambil kembali Tanah Suci – yang termasuk Yerusalem (dimana kematian, kebangkitan dan pengangkatan Yesus ke Surga terjadi menurut ajaran Kristen) dan Antioch (kota Kristen yang pertama) - dari orang Muslim. Selanjutnya, “Penebusan Dosa” adalah faktor penentu dalam hal ini. Ini menjadi dorongan bagi setiap orang yang merasa pernah berdosa untuk mencari cara menghindar dari kutukan abadi di Neraka. Persoalan ini diperdebatkan dengan hangat oleh para tentara salib tentang apa sebenarnya arti dari “penebusan dosa” itu. Kebanyakan mereka percaya bahwa dengan merebut Yerusalem kembali, mereka akan dijamin masuk surga pada saat mereka meninggal dunia. Akan tetapi, kontroversi yang terjadi adalah apa sebenarnya yang dijanjikan oleh paus yang berkuasa pada saat itu. Suatu teori menyatakan bahwa jika seseorang gugur ketika bertempur untuk Yerusalemlah “penebusan dosa” itu berlaku. Teori ini mendekati kepada apa yang diucapkan oleh Paus Urbanus II dalam pidato-pidatonya. Ini berarti bahwa jika para tentara salib berhasil merebut Yerusalem, maka orang-orang yang selamat dalam pertempuran tidak akan diberikan “penebusan”. Teori yang lain menyebutkan bahwa jika seseorang telah sampai ke Yerusalem, orang tersebut akan dibebaskan dari dosa-dosanya sebelum Perang Salib. Oleh karena itu, orang tersebut akan tetap bisa masuk Neraka jika melakukan dosa sesudah Perang Salib. Seluruh faktor inilah yang memberikan dukungan masyarakat kepada Perang Salib Pertama dan kebangkitan keagamaan pada abad ke-12.
Langganan:
Postingan (Atom)