Selasa, 25 Juni 2013

tugas kombis

PROPOSAL SEMINAR ENTREPENEUR
“Mengimplementasikan Bisnis Islam di Kalangan Muslimin“
 








Minggu , 3 November 2012
Lantai 1 Universitas Muhammadiyah Semarang
Jl.Kedung Mundu Semarang

Badan eksekutif mahasiswa-Fakultas Ekonomi
Sekretariat : Jl.Kedung mundu Semarang
Contact Person :
                   -  Ferdiansyah (085676543456)
                 - Mila Zaskia (085740098762)
                    - Novita sovia  (085786163250)
PROPOSAL SEMINAR ENTREPENEUR
“Mengimplementasikan Bisnis Islam di Kalangan Muslimin”

LATAR BELAKANG
            Kondisi Perekonomian Indonesia yang belum stabil telah menyebabkan banyak perusahaan mengalami kerugian dan banyak yang akhirnya di PHK. Sampai saat ini jumlah pengangguran di Indonesia telah mencapai lebih dari 45 juta orang. Kenyataan ini karena jumlah lapangan kerja yang tersedia dibanding dengan par calon tenaga kerja yang ada.
            Permasalahan ini tidak seharusnya membuat bangsa ini patah semangat.Tuhan menjanjikan selalu ada solusi bagi orang-orang yang mau berusaha. Salah satu upaya yaitu dengan Mengimplementasikan bisnis islam di kalangan musimin.Sehingga kalau ada Implementasi dalam bisnis islam ini diharapkan tidak ada kecurangan dalam usaha bisnis.
            Sehubungan dengan itu, Badan eksekutif mahasiswa-Fakultas ekonomi Menggagas suatu seminar entrepreneur  mengenaimengimplementasikan bisnis islam di kalangan muslimin . Dalam seminar ini akan dibahas tentang cara mengimplementasikan bisnis islam dikalangan muslimin dan bagaimana membuat usaha bisnis yang sesuai dengan ajaran islam.

NAMA KEGIATAN :
Seminar Entrepeneur

TEMA KEGIATAN :
“Mengimplementasikan bisnis islam di kalangan muslimin”

TUJUAN KEGIATAN :
            1. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan
2. Menumbuhkan agar usaha bisnis sesuai dengan ajaran islam

SASARAN KEGIATAN :
1.    Para Mahasiswa
2.    Masyarakat umum

BENTUK KEGIATAN :
Seminar akan menghadirkan pembicara antara lain :
1.      Ust.Umar Faqihuddin,S.Pdi
2.      Usman Sukarja sebagai Praktisi
Moderator : Anggit pragusto ,S.E (ekonomi)

WAKTU PELAKSANAAN :
Minggu , 3 November 2012

TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN :
Lantai 1 Universitas Muhammadiyah Semarang

SUSUNAN KEPANITIAAN :
-          Ketua              : Ferdiansyah
-          Wakil Ketua    : Nurrohman
-          Sekretaris        : Mila Zaskia
-          Bendara           : Nanik nur aini
-          Acara               : Susanti
-          Dana usaha      : Ahmad sholeh
-          Logistik           : Ana fitriani
-          Publikasi          : Eko prasetyo
-          Perlengkapan   : Aditya rivan

RENCANA ANGGARAN :
KESEKRETARIATAN
·         Proposal 15 buah@Rp 10.000                         Rp 150.000               
·         Kesekretariatan                                                Rp 200.000
·         Tanda peserta dan panitia 100 buah@750       Rp 75.000
·         Sertifikat 100 buah@Rp 1.000                    Rp 100.000
ACARA
·         Sertifikat pembicara + mc@Rp 5000           Rp 15.000
·         Insentif pembicara 2 orang @Rp 250.000     Rp 500.000
·         Plakat 3 orang@ Rp 15.000                        Rp 45.000
·         Handout 100 buah @Rp 1.000                    Rp 100.000
·         Doorprice 2 buah@ Rp 5.000                     Rp 10.000
·         Backdrop 1 buah@ 300.000                       Rp 300.000

KONSUMSI
·         Snack 100 buah @Rp 1500                             Rp 150.000
·         Lunch box 100 buah@Rp 3.000                      Rp 300.000
·         Lunch box pembicara 3 orang @ Rp 5.000     Rp 15.000
PUBLIKASI
·         Pamflet 3 rim                                                   Rp 800.000
·         Rol film dan cuci cetak 2 buah                        Rp 120.000
·         Spanduk selamat dating                                   Rp 100.000
TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI                 Rp 800.000
KEAMANAN DAN PERIZINAN                            Rp 400.000
TOTAL PENGELUARAN                                         Rp 4.180.000
PEMASUKAN
Tiket mahasiswa 70@Rp 15.000                                 Rp 1.050.000
Tiket umum 30 @Rp 30.000                                       Rp 900.000
TOTAL PEMASUKAN                                              Rp 1.950.000

KEKURANGAN DANA                                           Rp 2.230.000
SUSUNAN ACARA :
Minggu , 3 November 2012
07.30 - 08.30          Registrasi peserta
08.30 - 09.00          Pembukaan
                               Sambutan : -  Ketua BEM
-   Ketua Panitia
09.00 - 10.30          Pembicara 1 : Ust.Umar Faqihuddin,S.Pdi
10.30 - 12.00          Praktisi         : Usman Sukarja
12.00 – 12.30         Sesi Tanya jawab
12.30 – 12.45         Pembagian doorprice
12.25                      selesai








PENUTUP
            Demikian Proposal ini kami susun, dengan tujuan agar dalam membuat panduan dalam pelaksanaan kegitan . Selain itu itu juga sebagau bahan rujukan bagi seluruh pihak yang akan terkait baik secara langsung maupun tidak langsung dengan pelaksanaan kegitan ini pada waktu yang akan datang. Atas kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih.

PANITIA SEMINAR ENTREPENEUR
“Mengimplementasikan Bisnis Islam di Kalangan Muslimin“

Ketua                                                                                                 Ketua BEM

(Ferdiansyah)                                                                                      (Andika )








PENAWARAN SPONSORSHIP

            Seperti yang telah kami paparkan pada proposal, bahwa kegiatan ini membutuhkan dana dan pertisipasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengundang perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin untuk menjadi sponsor dalam kegiatan. Kami percaya bahwa perusahaan yang bapak / Ibu pimpin mempunyai kepedulian yang besar terhadap kemajuan generasi muda.
            Adapun bentuk kerjasama yang kami tawarkan adalah sebagai berikut :
1.    Sponsor Tunggal
Adalah pihak yang bersedia menutupi dana anggaran penyelenggaraan sebesar 90% yaitu Rp 3.562.500 serta tidak mengikut serta kan pihak sponsor lainnya dalam bentuk apapun.
Untuk itu pihak sponsor akan mendapatka fasilitas berupa :
·  Pencantuman logo dan nama perusahaan dalam semua publikasi yaitu : 1 back drop , 1 buah spanduk , dan 1500 pamflet.
·  Pencantuman logo dan nama perusahaan pada 100 buah tanda peserta dan 20 buah tanda panitia
·  Pencantuman logo dan nama perusahaan pada sertifikat
·  Di ikutkan sebagai pembicara dalam salah satu session
·  Ucapan terima kasih oleh MC dan ketua panitia

2.    Sponsor Utama
Adalah pihak yang menutupi 60% dana anggaran penyelenggaraan yaitu sebesar Rp 1.710.000
Untuk itu pihak sponsor akan mendapat fasilitas berupa :
·  Pencantuman logo dan nama perusahaan dalam semua publikasi yaitu : 1 back drop ,1 buah spanduk , dan 1500 pamflet.
·  Pencantuman logo dan perusahaan pada sertifikat.
·  Ucapan terima kasih oleh MC dan Ketua panitia.

3.    Sponsor Pendamping
Adalah pihak yang menutupi 35% dana anggarn penyelenggaraan yaitu sebesar Rp 1.66.250.
Untuk itu pihak sponsor akan mendapat fasilitas berupa :
·  Pencantuman logo dan nama perusahaan dalam publikasi : 1 back drop , 1 spanduk dan 1000 pamflet.
·  Ucapan terima kasih oleh MC.

4.    Bentuk kerjasama lain
Panitia tidak menutup kemungkinan adanya bentuk-bentuk kerjasama  lain yang dapat dibicarakan lebih lanjut bersama pihak sponsor.

5.    Para Donatur
Panitia mengajak dan memberikan kesempatan pada para donator / semua pihak yang peduli terhadap kemajuan kewirausahaan di Indonesia dan turut memberikan sumbangan dalam kesuksesan seminar ini.







PROSEDUR SPONSHORSIP :
v  Setiap sponsor yang berminat untuk memilih kerjasama diatas , harap segera konfirmasikan kepada panitia selambat-lambatnya 23 Oktober 2012.
v  Setiap sponsor yang berminat di wajibkan untuk menandatangi surat pengajuan kerjsama,
v  Pembayaran sebesar 60% pada saat penandatanganan kontrak kerjasama dan sisanya dilunasi paling lambat 8 hari sebelum pelaksanaan atau dapat di negoisasi dengan panitia.
v  Apabila tidak bersedia mohon dengan hormat proposal dikembalikan kepada panitia.
v  Ketentuan diatas dapat berubah sewaktu dengan /tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.












LEMBAR KESEPAKATAN           
Yang bertanda tangan di bawah ini ,
Nama                           :
Jabatan                                    :
Perusahaan / lembaga  :
Alamat                                    :
Menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi dalam seminar entrepreneur “ mengimplementasikan bisnis islam di kalangan muslimin” yang kami adakan :
Dalam bentuk : 1………………………………………………………………………..
  2.. .. …….……………………………………………………………..
Dengan nilai total : Rp ……………………atau terbilang……………………. Rupiah
Dan uang muka    : Rp…………………....atau terbilang………………………Rupiah
Sehingga sisa       : Rp ……………………atau terbilang……………………..Rupiah
Yang akan dibayar kemudian tanggal ………………………………………………..
Demikan lembar kesepakatan ini diisi dengan sesungguhnya tanpa paksaan dan tekanan dari pihak manapun.
Panitia                                                                   Perusahaan/lembaga



Aaaa                                                                            bbb

Selasa, 11 Juni 2013

ANALISIS MENGENAI PERILAKU KONSUMEN PADA SUATU PRODUK DAN BAGAIMANA KONSUMEN MENDAPATKAN KEPUASAN MAKSIMAL DARI SUATU PRODUK




Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. 
Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

Jadi perilaku konsumen itu sendiri terhadap suatu produk tergantung dari nilai barang berharga jual rendah (low-involvement) dimana proses ini pengambil keputusan dapat dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses ini pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang sehingga dapat mendapat kan kepuasan tersendiri dari produk tersebut.

Beberapa Faktor yang mempengaruhi konsumen sehingga mendapatkan kepuasan maksimal dari suatu produk :

1. Kualitas dari Produk itu sendiri (Highest Quality)
Seorang konsumen yang memperhatikan low ataupun high-involment selalu memeperhatikan kualitas dari produk itu sendiri dikarenakan seorang konsumen ingin mendapatkan barang yang sesuai dengan kualitasnya.

2. Pelayanan dari penjual (Best Service)
Suatu unit usaha atau perusahaan yang bergerak di bidang retail pasti selalu dihadapkan dengan bermacam-macam  tipe konsumen, dan di pastikan  konsumen itu sendiri dapat mempertimbangkan perusahaan atau unit usaha mana yang memberikan pelayanan terbaik sehingga konsumen merasa puas atas pelayanannya.

3. Harga Barang (Lowest Prices)
Seorang konsumen lebih tertarik dengan harga barang yang murah tetapi dengan kualitas yang terbaik, sehingga perbandingan untuk harga lebih menitik beratkan mpada kemampuan masing-masing konsumen itu sendiri.


BIAYA KULIAH UNIVERSITAS GUNADARMA 2013 / 2014



Beberapa hari yang lalu saudara gue ada yang nanyain biaya kuliah di gundar sekarang berapa? kebetulan saudara gue nanyain untuk yang jurusan akuntansi.
Nah , kebetulan waktu itu gue ada waktu buat ke ruang pendaftaran , gue tanya-tanya lah berapa biaya kuliah buat jurusan akuntansi tahun ajaran 2013/2014 . dan pertama-tama gue dikasihlah yang nama nya brosur tentang Universitas Gunadarma mencakup tentang profil Universitas , Akreditasi sampai Gambaran apa saja yang ada di Universitas Gunadarma. Dan terus gue nanya dong untuk biaya nya ada ga kak? *dikasihlah rincian biayanya* Nah karna daftar biaya nya ga bisa di bawa pulang akhirnya gue baca-baca anda sempet gue dokumentasiin beberapa dan kata kakaknya biaya tahun 2013/2014 masih sama seperti tahun sebelum nya belum ada perubahan.

Oya sebelum nya gue mau jelasin , kalo biaya pendaftaran nya kita beli formulir sebesar Rp. 300.000, setelah dibayar ke BANK DKI Kampus , maka nanti akan di berikan Jadwal Untuk Ujian Masuk nya,  Nah Fungsi dari Ujian Tersebut Hasil nya di gunakan untuk menentukan GRADE (Besar Kecil nya Uang Gedung/Sumbangan yang akan dibayarkan) , nanti GRADE nya terdiri dari AA (Istimewa) , A (Sangat Baik), B (Baik).


Langsung aja Sampelnya nih *Gue liat untuk jurusan S1-Akuntansi (Pagi)* :
Jumlah SKS : 18 SKS (di gundar itu sistem paket , intinya yang di wajibkan di bayar per semesternya itu sebanyak 18 SKS, kalo ada kelebihan sks maka sisa yang belom di bayar , di masukkan ke bayaran semester berikutnya) dan di gundar per sks nya @Rp. 150.000.

Uang Sumbangan / Gedung S1-Akuntansi (pagi) : Rp 13.000.000
GRADE AA            : Potongan Rp 5.000.000
GRADE A              : Potongan Rp 2.500.000
GRADE B              : Tidak ada potongan

Dan untuk Uang gedung / Sumbangan ini bisa di bayar/ di cicil sampai 6x (6 Semester).
Jadi kalo Misal Tes Masuk nya dapet GRADE AA, maka yang di bayar pertama kali masuk atau semester 1 , berupa :
BPP        (Biaya Pengembangan Pendidikan)      :  Rp. 1.750.000
Uang Kuliah 18 SKS x @Rp. 150.000                   : Rp. 2.700.000
USP (Uang Sumbangan Cicilan Pertama/smt 1)   : Rp. 1.400.000 (8juta dibagi  6 (6x cicilan))
Maka Total yg harus dibayar di semester 1 : Rp 5.850.000

Nah kurang lebih untuk semester 2-6 yang di bayar per semester nya sama seperti semester 1. Dan untuk semester 7-8 yang di bayar Cuma BPP dan Uang Kuliah (SKS) aja.


Untuk pembayaran ada pilihan lain yaitu bayar LUNAS 6 Semester langsung , jadi total yang di bayar sekitar 34jutaaan , dan biasa nya akan mendapatkan 1 buah Laptop Free.

Jadi seperti itulah gambaran untuk tata cara pembayaran di gundar, ga bingung kan? Mudah untuk di pahami kok itu. So simple aja :)


Nah kalo di bawah ini Rincian untuk beberapa jurusan lain :

A. Fakultas Teknologi Industri
1. Teknik Informatika (S1)
Uang Gedung:
-Grade B = 25.000.000
-Grade A = 20.000.000
-Grade AA = 15.000.000
Biaya /sem = 2.000.000+150.000/sks

2. Teknik Elektro, Mesin, Industri (S1)
Uang Gedung
-Grade B = 13.000.000
-Grade A = 10.500.000
-Grade AA = 8.000.000
Biaya /sem = 2.000.000+150.000/sks


B. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
1. Sistem Informasi (S1)
Uang Gedung
-Grade B = 20.000.000
-Grade A = 17.000.000
-Grade AA = 14.000.000
Biaya /sem = 2.000.000+150.000/sks
  
2. Sistem Komputer (S1)
Uang Gedung
-Grade B = 13.000.000
-Grade A = 10.500.000
-Grade AA = 8.000.000
Biaya /sem = 2.000.000+150.000/sks

C. Fakultas Ekonomi
1. Manajemen, Akuntansi (S1)
Uang Gedung
-Grade B = 13.000.000
-Grade A = 10.500.000
-Grade AA = 8.000.000
Biaya /sem = 1.750.000+150.000/sks(pagi), 2.000.000+150.000/sks(malam)

D. Diploma Tiga (D3)
1. Manajemen Informatika, Teknik Komputer, Akuntansi Komputer (D3)
Uang Gedung
-Grade B = 11.000.000
-Grade A = 8.500.000
-Grade AA = 4.500.000
Biaya /sem = 1.500.000+150.000/sks

2. Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan (D3)
Uang Gedung
-Grade B = 7.000.000
-Grade A = 5.500.000
-Grade AA = 3.000.000
Biaya /sem = 1.500.000+150.000/sks

3. Kebidanan (D3)
Uang Gedung
-Grade B = 10.000.000
-Grade A = 7.500.000
-Grade AA = 6.000.000
Biaya /sem = 7.500.000+150.000/sks
Test Kesehatan = 350.000
Seragam Mahasiswa = 2.000.000
Capping Day = 600.000

D. Fakultas Psikologi
1. Psikologi (S1)
Uang Gedung
-Grade B = 13.000.000
-Grade A = 10.500.000
-Grade AA = 8.000.000
Biaya /sem = 1.750.000+150.000/sks

E. Fakultas Sastra
1. Sastra Inggris (S1)
Uang Gedung
-Grade B = 12.500.000
-Grade A = 9.500.000
-Grade AA = 6.500.000
Biaya /sem = 1.750.000 +150.000/sks

F. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
1. Teknik Arsitektur, Teknik Sipil (S1)
Uang Gedung
-Grade B = 13.000.000
-Grade A = 10.500.000
-Grade AA = 8.000.000
Biaya /sem = 2.000.000+150.000/sks


dan kalau kalian ingin mengetahui Akreditasi masing-masing Program Studi , bisa di cek di :



Kemudian masukkan Universitas Gunadarma pada kolom pencarian Nama Perguruan Tinggi.



Jadi silahkan pilih jurusan mana yang kalian sukai dan pastinya sesuai kemampuan dari orang tua juga, pikirkan yang matang-matang .
Kalo ada yang belom jelas , silahkan tinggalkan Komentar di bawah aja, insyaallah akan di bantu  jawab :)

Sekian dan Terimakasih :D

Sabtu, 08 Juni 2013

PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI



Manusia sebagai makhluk sosial dimana dalam kehidupan untuk bersosial antar sesama manusia di butuhkan sebuah komunikasi. Yang dimana artinya bahwa manusia membutuhkan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi antar sesama manusia. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagaian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial sesama dalam kelompok dan masyarakat. Didalam kelompok/organisasi itu selalu dapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hKoidup kelompok,yang terdiri dari pemimpin dan bawahan atau karyawan. Dalam organisasi dibutuhkan komunikasi timbal balik dari masing-masing anggota yang diperlukan untuk kerja sama yang diharapkan untuk mencapai tujuan pribadi,kelompok maupun organisasi.
Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk untuk mempersatukan individu-indvidu yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Kata Komunikasi itu sendiri berasal dari bahasa latin yatu communication, yang artinya sama. Maksudnya adalah komunikasi dapat terjadi apabila terdapat kesamaa makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan. Salah satu tujuan komunikasi adalah mengubah sikap dan perilaku sesorang ataupun sekelompok orang sebagaimana dapat dimengerti, diyakini serta tahap selanjutnya.
Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi”, Komunikasi dapat di golongkan dalam tiga kategori :
1.    Komunikasi antar Pribadi
Komunikasi ini penerapaanya antara pribadi atau individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2.    Komunikasi Kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang di tekankan adalah faktor kelompok sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
3.    Komunikasi Massa
Komunikasi massa di lakukan melalui alat media massa seperti media cetak maupun media elektronik.

Organisasi dari salah satu definisinya menyebutkan bahwa organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem individual yang melalui suatu hirarki atau jenjang dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan.

Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran diantara unit-unit komunikasi yanhg merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu  organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hirarkis antara yang satu dengan yang lainnya dan berfungsi sebagai dalam suatu lingkungan.

Terdapat dua proses komunikasi dalam sutu organisasi yaitu :
a.     Komunikasi Internal
Komunikasi ini tejadi di dalam suatu organisasi yang dimana terjadi pertukaran gagasan atau komunikasi antar anggota organisasi yang disertai pertukaran gagasan secara horizontal maupun vertikal dalam organisasi sehingga organisasi dapat berjalan tetap pada jalur nya untuk mencapai tujuan bersama.
b.    Komunikaksi Eksternal
Komunikasi ini merupakan hubungan antara pimpinan organisari dengan masyarakat yang di luar. Diamana informasi  yang terhubung dengan masyarakat bersifat informatif dari organisasi ke masyarakat ataupun sebaliknya.

Peran Komunikasi dalam Organisasi
          Dalam suatu organisasi yang baik suatu sistem yang berorientasi komersial maupun sosial, komuniaksi dalam organisasi atau lemabaga tersebut akan melibatkan beberapa peran komunikasi, yaitu :
a.     Informatif
Organisasi dipandang sebagai sutu sistem pemrosesan informasi. Dimana seluruh anggota dalam organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi melaksanakan pekerjaan secara lebih pasti.
b.    Regulatif
Dimana ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam organisasi.
c.     Persuasif
Dalam mengatur organisasi, kekuasaaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataaan ini, maka banyak pemimpin organisasi yang lebih menonjolkan pekerjaan nya di bandingkan menunjukkan kekuasaan nya dibandingkan menonjolkan kekuasaannya.
d.    Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang msetiap memungkinkan setiap anggota nya untuk menjalankan tugas nya masing-masing dengan baik.



Sabtu, 11 Mei 2013

Pertahanan Nasional (Acuan Dasar Pertahanan Indonesia)



HAKIKAT, DASAR, TUJUAN, DAN FUNGSI PERTAHANAN NEGARA RI

Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta, yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri.
Penyelenggaraan Pertahanan dan Keamanan Negara berdasarkan prinsip-prinsip seperti berikut.
1. Bangsa Indonesia berhak dan wajib membela serta mempertahankan kemerdekaan negara.
2. Bahwa upaya pembelaan negara tersebut merupakan tanggung jawab dan kehormatan
     setiap warga negara yang dilandasi asas: 
     a. keyakinan akan kekuatan dan kemampuan sendiri; 
     b. keyakinan akan kemenangan dan tidak kenal menyerah (keuletan); 
     c. tidak mengandalkan bantuan atau perlindungan negara atau kekuatan asing.
3. Pertentangan yang timbul antara Indonesia dengan bangsa lain akan selalu diusahakan
    dengan cara-cara damai. Perang adalah jalan terakhir yang dilakukan dalam keadaan
    terpaksa. 
4. Pertahanan dan keamanan keluar bersifat defensif-aktif yang mengandung pengertian tidak
     agresif dan tidak ekspansif. Ke dalam bersifat preventif-aktif yang mengandung
     pengertian sedini mungkin mengambil langkah dan tindakan guna mencegah dan
     mengatasi setiap kemungkinan timbulnya ancaman. 
5. Bentuk perlawanan rakyat Indonesia dalam membela serta mempertahankan kemerdekaan
     bersifat kerakyatan dan kesemestaan.

Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata)
Sishankamrata adalah suatu sistem pertahanan dan keamanan yang komponennya terdiri dari seluruh potensi, kemampuan, dan kekuatan nasional untuk mewujudkan kemampuan dalam upaya pertahanan dan keamanan negara (tujuan Hankamneg) dalam mencapai tujuan nasional.
Sishankamrata bersifat semesta dalam konsep, semesta dalam ruang lingkup dan semesta dalam pelaksanaannya. Komponen kekuatannya terdiri dari berikut ini.
1. Komponen dasar, yaitu rakyat terlatih.
2. Komponen utama, yaitu ABRI dan cadangan TNI.
3. Komponen Perlindungan Masyarakat (Linmas). 
4. Komponen pendukung, yaitu sumber daya dan prasarana nasional.

Pengalaman penyelenggaraan hankam menghasilkan berbagai doktrin pertahanan dan keamanan, yaitu doktrin perang gerilya rakyat semesta, doktrin perang wilayah, doktrin perang rakyat semesta dan doktrin pertahanan dan keamanan rakyat semesta.
Sasaran operasi Hankamnas, yaitu mencegah dan menghancurkan serangan terbuka, menjamin penguasaan dan pembinaan wilayah nasional RI dan ikut serta memelihara kemampuan hankam Asia Tenggara bebas dari campur tangan asing.
Pola operasi Hankamrata, yaitu operasi pertahanan, operasi keamanan dalam negeri, operasi intelijen strategis dan pola operasi kerja sama pertahanan dan keamanan Asia Tenggara. Pola operasi pertahanan bertujuan untuk menggagalkan serangan dan ancaman nyata dari kekuatan perang musuh. Pola operasi keamanan dalam negeri bertujuan untuk memelihara atau mengembalikan kekuatan pemerintah/negara RI pada salah satu atau beberapa daerah (bagian wilayah) negara yang terganggu keamanannya.
Pola operasi intelijen strategis (Intelstrat) bertujuan untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan strategi nasional dan operasi-operasi Hankam, menghancurkan sumber-sumber infiltrasi, subversi, dan spionase yang terdapat di wilayah musuh, dan mengadakan perang urat syaraf dan kegiatan-kegiatan tertutup lainnya untuk mewujudkan kondisi-kondisi strategis yang menguntungkan.
Pola operasi kerja sama, yaitu usaha bersama kemungkinan gangguan keamanan stabilitas nasional dan perdamaian khususnya di Asia Tenggara.

Upaya Penyelenggaraan Bela Negara dalam Kerangka Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta 
Kelangsungan hidup bangsa dan negara (national survival) merupakan tanggung jawab (hak, kewajiban, dan kehormatan) setiap warga negara dan bangsa. Untuk itu, diperlukan pembinaan kesadaran, dan partisipasi setiap warga negara dalam upaya bela negara. 
1949 bela negara dipersepsikan identik dengan perang kemerdekaan. Hal ini berarti bahwa wujud partisipasi warga negara dalam pembelaan negara adalah keikutsertaan dalam perang kemerdekaan baik secara bersenjata maupun tidak bersenjata.-Persepsi tentang bela negara dihadapkan kepada tantangan/ancaman yang dihadapi secara kontekstual dalam periode waktu tertentu. Pada periode tahun 1945 
1965, bela negara dipersepsikan identik dengan upaya pertahanan dan keamanan yang dilaksanakan melalui komponen-komponen hankam, seperti ABRI, HANSIP, PERLA SUKWAN/ SUKWATI. Hal ini sejalan dengan kondisi tantangan dan ancaman yang kita hadapi pada periode itu, yaitu menghadapi pemberontakan di dalam negeri, peperangan Trikora, membebaskan Irian Barat (sekarang Irian Jaya) dan Dwikora.-Pada periode 1950 
Pada periode Orde Baru ATHG yang dihadapi lebih kompleks dan lebih luas daripada periode sebelumnya. ATHG tersebut dapat muncul dari segenap aspek kehidupan bangsa (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam). Oleh karena itu, dalam konteks ini bela negara dapat dilakukan dalam bidang-bidang kehidupan nasional tersebut dalam upaya mencapai tujuan nasional. Untuk itu, dikembangkan konsepsi tannas. Dalam hal ini, bela negara dapat dikatakan pula sebagai partisipasi warga negara dalam menciptakan dan membangun tannas di segenap aspek kehidupan bangsa. 
Upaya bela negara sebagaimana dipersepsikan merupakan pengertian atau penafsiran yang cukup luas (segala aspek kehidupan bangsa). Dalam pengertian yang lebih sempit diartikan sebagai upaya pertahanan dan keamanan yang dilandasi oleh dasar negara Pancasila, UUD 1945 (Pasal 30 ayat (1) dan (2)) dan UU No. 20 Tahun 1982 tentang Pertahanan dan Keamanan Negara disempurnakan dengan UU No. 3 Tahun 2000 tentang Pertahanan Negara
Wujud upaya bela negara dilakukan melalui pemberian kesadaran bela negara yang dilakukan sejak dini di sekolah dasar dan berlanjut sampai perguruan tinggi dan di luar sekolah melalui kegiatan pramuka dan organisasi sosial kemasyarakatan. 
Di sekolah dilakukan melalui Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN), yang diintegrasikan ke dalam kurikulum; Pendidikan dasar dan menengah, sedangkan di pendidikan tinggi diwujudkan dalam mata kuliah Kewiraan (sekarang Kewarganegaraan). Di luar Pendidikan Pendahuluan Bela Negara wujud bela negara dibakukan dalam bentuk Rakyat Terlatih, ABRI, Cadangan ABRI, dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang merupakan komponen khusus dalam Pertahanan dan Keamanan Negara. 

Politik serta Strategi Pertahanan dan Keamanan
Dwi fungsi ABRI mengandung pengertian bahwa ABRI mengemban dua fungsi, yaitu fungsi sebagai kekuatan Hankam dan fungsi sebagai kekuatan sosial politik. 
Fungsi sebagai kekuatan sosial politik hakikatnya adalah tekad dan semangat pengabdian ABRI untuk ikut secara aktif berperan serta bersama-sama dengan segenap kekuatan sosial politik lainnya memikul tugas dan tanggung jawab perjuangan bangsa Indonesia dalam mengisi kemerdekaan dan kedaulatannya.
Tujuannya ialah untuk mewujudkan stabilitas nasional yang mantap dan dinamik di segenap aspek kehidupan bangsa dalam rangka memantapkan tannas untuk mewujudkan tujuan nasional berdasarkan Pancasila.
Lahirnya ABRI sebagai kekuatan sosial politik di Indonesia berangkat dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Pengalaman sejarah itu mengakibatkan bagaimana ABRI memandang dirinya yakni sebagai alat revolusi dan alat negara, juga sebagai pejuang yang terpanggil untuk memberikan jasanya kepada semua aspek kehidupan dan pembangunan bangsa. Keterlibatannya dalam memerankan fungsi sosial politik ini, didorong oleh kondisi internal (ABRI) dan kondisi eksternal termasuk lingkungan strategik internasional.
1959 ketika pemimpin politik sipil juga tidak mampu mengatasi pemberontakan daerah, ABRI tampil menyelamatkan negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada saat pemberontakan G 30 S/PKI di mana kepemimpinan sipil gagal menyelamatkan Pancasila dari rongrongan Partai Komunis, lagi-lagi ABRI tampil di depan menyelamatkan Republik ini. Secara historis dan budaya dwi fungsi ABRI dapat diterima oleh rakyat Indonesia kendatipun harus disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.-1949 (Agresi Militer Belanda II) pemimpin-pemimpin politik ditangkap Belanda, peran ABRI menjadi meningkat. Pada tahun 1957-Pada tahun 1948
Peran serta politik tersebut semakin besar setelah penumpasan G 30 S/PKI sehingga memungkinkan ABRI turut menentukan kebijaksanaan nasional dalam pembangunan. Hal itu ditunjukkan oleh masuknya para perwira ABRI ke dalam berbagai bidang; lembaga pemerintahan, lembaga legislatif, lembaga ekonomi kemasyarakatan. Meskipun demikian tidak berarti militer menggantikan peranan sipil. Perluasan peran biasanya pada posisi-posisi kunci dengan cara penempatan (kekaryaan) dan yang diminta oleh lembaga instansi terkait, serta dengan memperhatikan perkembangan pembangunan dan kehidupan bangsa.
Luasnya penempatan personil militer tersebut pada instansi/lembaga pemerintahan dan lembaga masyarakat menimbulkan silang pendapat yang menuntut perlunya aktualisasi dwi fungsi ABRI (fungsi sospol) di masa depan. 
Aktualisasi dwi fungsi ABRI di masa depan ini akan efektif apabila ada keseimbangan kepentingan, yaitu keharmonisan antara kepentingan militer dan kepentingan sipil. Konsensus selalu dapat dibuat atas dasar tidak satu pun pihak boleh mendominasi pihak yang lain. Kecurigaan terhadap golongan lain harus dihindari, kearifan harus ditumbuhkan agar konflik internal tentang hal ini tidak merebak menjadi perpecahan yang mengganggu tannas. 
Runtuhnya rezim orde baru diganti dengan orde reformasi mengeliminasi peran TNI (militer) dalam negara secara bertahap. TNI diharapkan menjadi kekuatan, pertahanan yang profesional sebagaimana layaknya kekuatan pertahanan di negara-negara yang sudah maju untuk itu segala keperluannya harus didukung oleh pemerintah dan pengelolaan yang profesional