Senin, 19 November 2012

CIRI – CIRI & UNSUR ORGANISASI #QA (Essay)


1.  Jelaskan Pengertian Organisasi dalam arti Statis dan Dinamis!
Jawab :

Organisasi dalam arti statis berarti melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak/diam. Melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak atau diam berarti melihat organisasi itu seperti yang tergambar dalam bagan (organogram) yang beraneka ragam.

Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi sebagai suatu organ yang hidup, suatu organisme yang dinamis. Memandang organisasi sebagai organisme yang dinamis berarti memandang organisasi tidak hanya dari segi bentuk dan wujudnya, tetapi juga melihat organisasi itu dari segi isinya.



2. Jelaskan , Mengapa organisasi dikatakan sebagai sistem kerjasama ?
Jawab :

  Sistem adalah unsur atau factor atau hal yang saling berhubungan dan saling ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya sehinggamerupakan satu kesatuan yang utuh.sedangkan Kerjasama adalah Kerjasama merupakan suatu bentuk perwujudan dripada hubungan dua orang atau lebih dalam usaha mencapai tujuan bersama. Dengan demikian Dengan demikian setiap orang yang tergabung dalam suatu bentuk kerjasama mempunyai peran yang diikuti dengan pertanggung jawaban.



3. Jelaskan mengapa manusia merupakan faktor penting dalam organisasi ?
Jawab :

· Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna di antara makhluk ciptaan Tuhan.
· Manusia mempunyai rasio, berbeda dengan makhluk hidup yang lainnya.
· Faktor-faktor lainnya yang dimiliki oleh organisasi hanya mempunyai arti dan bermanfaat apabila manusia mampu mengelolanya dengan baik.
· Manusia mempunyai kemauan dan kemampuan untuk berbuat dan membangun.
·  Manusia merupakan faktor perangsang ke arah tercapainya tujuan organisasi secara efisien dan efektif.



CIRI – CIRI & UNSUR ORGANISASI #QA (PG)



1. Yang bukantermasuk predikat manusia organisasi pada zaman modern adalah ?


a.        Manusia Manajemen , Manusia organisasi
b.       Manusia Administrasi , Manusia Organisasi
c.        Manusia Sosial , Manusia Administrasi
d.       A dan C Salah
e.        B dan A Benar      




 2. “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose."Organisasi merupakan bentuk dari setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.” merupakan pendapat dari ?

a.        James D Mooney
b.       Dwight Waldo
c.        Robert A simon
d.       Sondang P. Siagian
e.        John D. Millet      





  3.  keadaan sosial, budaya, ekonomis, dan tekhnologi termasuk dalamunsur organisasi ?

a.        Peralatan
b.       Kebudayaan
c.        Perekonomian
d.       Lingkungan
e.       
Kerjasama

Rabu, 14 November 2012

Aljabar Pemrograman ( Perkalian, Determinan, Transpose pada Matriks )

  • Buatlah aljabar pemrograman perkalian pada matriks!  

program x_mtrik;

uses crt;

var
matrikA : array[1..2, 1..3] of integer;
matrikB : array[1..3, 1..2] of integer;
matrikC : array[1..2, 1..2] of integer;

k,l,m : integer;

begin
clrscr;
writeln('Elemen Matrik A : ');
for k:=1 to 2 do
    begin
        for m:=1 to 3 do
        begin
        write('Baris-',k,'Kolom-',m,'=');
        readln(matrikA[k,m]);
    end;
end;

writeln;
writeln('Elemen Matrik B : ');

for m:=1 to 3 do
    begin
        for l:=1 to 2 do
        begin
        write('Baris-',m,'kolom-',l,'=');
        readln(matrikB[m,l]);
    end;
end;

for k:= 1 to 2 do
    begin
        for l:=1 to 2 do
        begin
        matrikC[k,l]:=0;
                for m:=1 to 3 do
                begin
                MatrikC[k,l]:=matrikC[k,l] + matrikA[k,m] * matrikB[m,l];
        end;
    end;
end;

writeln;
for k:=1 to 2 do
    begin
        for m:=1 to 3 do
        begin
        write(matrikA[k,m]:4);
    end;
    writeln;
end;

writeln('X');
for m:=1 to 3 do
    begin
        for l:=1 to 2 do
        begin
        write(matrikB[m,l]:4);
    end;
    writeln;
end;

writeln('=');
for k:=1 to 2 do
    begin
        for l:=1 to 2 do
        begin
        write(matrikC[k,l]:4);
    end;
    writeln;
end;

readln;
end.



  • Buatlah aljabar pemrograman determinan pada matriks!
Jawab :

  program determinan;
uses wincrt;
var A : array[1..2,1..2] of integer;
j,k,D : integer;
begin
For j:=1 to 2 do
begin
write('Entrikan baris ',j,' matriks A : ');
readln(A[j,1] , A[j,2]);
end;
For j:=1 to 2 do
begin
For k:=1 to 2 do write(A[j,k] : 5);
writeln;
end;
writeln;writeln;writeln;
D := A[1,1]*A[2,2] - A[1,2]*A[2,1];
writeln('Det(A) = ',D);
end.


  •    Buatlah aljabar pemrograman transpose pada matriks!

Jawab :

program transpose;
uses crt;
var
matriks:array[1..5,1..5] of integer;
i,j,k,l,t : integer;
label satu,dua,tiga;
begin
satu:
clrscr;
write ('___________PROGRAM TRANSPOSE ARRAY______________');
writeln;
writeln;
write('masukkan jumlah elemen baris yang diinginkan (2 ~ 5) : ');readln(k);
write('masukkan jumlah elemen kolom yang diinginkan (2 ~ 5) : ');readln(l);
if (k=0) or (l=0) then goto satu;
if (k+l<3) or (k+l>10) then goto satu;
writeln;
for i :=1 to k do
begin
for j :=1 to l do
begin
write('array ','[ ',i,',',j,' ]',' : ');readln(matriks[i,j]);
end;
end;

clrscr;

writeln('matriks sebelum mengalami transpose');
writeln;
for i:=1 to k do
begin
for j:=1 to l do
begin
write(matriks[i,j]:10);
if j=l then
begin
writeln;
writeln;
end;
end;
end;
writeln;
writeln('matriks yang sudah mengalami transpose');
writeln;
for i:=1 to l do
begin
for j:=1 to k do
begin
write(matriks[j,i]:10);
if j = k then
begin
writeln;
writeln;
end;
end;
end;
readln;
clrscr;
tiga:
write('ingin coba lagi?(1 ~ 0) ');readln(t);
if t = 1 then
goto satu
else if t = 0 then goto dua
else
goto tiga;
dua:
clrscr; 
write('application terminate');
delay(1000)
end.




Source : @widiutamaa



Minggu, 11 November 2012


APA ITU PARKOUR??
PARKOUR mempunyai arti bergerak atau berpindah tempat dari point A ke point B se-EFISIEN dan se-CEPAT mungkin yang menggunakan prinsip dari Parkour dengan mengedepankan KEINDAHAN bergerak sekaligus diimbangi oleh kemampuan dari tubuh manusia itu sendiri.

Sebenarnya Parkour sudah ada sejak dulu sebelum manusia mengenal kata “Parkour” itu sendiri. Tapi Parkour dideskripsikan dan dikenalkan ke seluruh dunia oleh seorang pria berkebangsaan Perancis yang dikenal dengan nama David Belle. Dialah yang telah memperkenalkan olahraga ini ke seluruh dunia yang awalnya hanya berkembang di Perancis. Sehingga akhirnya berkembang ke seluruh daratan Eropa dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

Namun jauh sebelum itu, ada seorang pelaut Prancis pada abad 19 bernama Georges Hebert yang mengembangkan metode latihan yang mampu mengeluarkan energi manusia yang tersembunyi dalam tubuhnya. Hebert terinspirasi oleh suku di Afrika yang memiliki kemampuan atletik dan gimnastik. Ternyata, yang bisa membuat suku tersebut kuat adalah lingkungan sekitarnya yang telah melatih mereka dengan sendirinya selama bertahun-tahun.

Akhirnya, Hebert menciptakan sebuah latihan yang diberi nama methode naturalle yang terkenal dengan moto ‘etre fort pour etre utile’ atau ‘to be strong, to be useful’.

Latihan ini meliputi sepuluh gerakan dasar yaitu walking, running, jumping, swinging, quapedral movement, balancing, throwing, lifting, climbing, dan swimming. Metode itulah yang akhirnya dipakai para tentara Prancis di perang Vietnam. Salah satu yang mendalami latihan itu adalah Raymond Belle, ayah David Belle itu sendiri.

Terinspirasi dari ayahnya, Raymond Belle seorang tentara Perancis yang akhirnya bergabung dengan sapeurs-pompiers ( pemadam kebakaran militer). Lahir di tengah keluarga pemadam kebakaran membuat David terinspirasi dengan cerita-cerita tentang kepahlawanan. Saat berumur 16 tahun, David memutuskan untuk meninggalkan sekolah untuk mencari kecintaannya akan kebebasan, aksi, dan untuk mengembangkan kekuatan dan ketangkasan yang dimilikinya agar berguna dalam kehidupannya, seperti yang selalu dinasehatkan oleh ayahnya.

Raymond memperkenalkan pada anaknya tentang sebuah latihan halang rintang dan metode natural yang akhirnya dikenal dengan nama Parkour. Sejak saat itu ,setiap David sepulang sekolah ia mulai memainkan skenario sendiri bagaimana dia bisa meloloskan diri dari situasi yang sulit. Menurut David, Parkour dapat berguna sebagai self-defense dalam keadaan tidak terduga. Saat martial art bisa disebut sebagai sebuah bentuk latihan untuk fight (bertarung), parkour merupakan suatu bentuk latihan untuk flight (kabur).

Sejak Usia 15 tahun, David Belle pindah ke Lisses (salah satu kota di Perancis). Pada waktu itu, dia bertemu dengan para remaja di sana yang tertarik dengan apa yang dilakukan oleh David. Disinilah cikal bakal dari lahirnya sebuah grup Parkour yang dikenal dengan nama Yamakasi. Bersama teman masa kecilnya, Sebastian Foucan beserta beberapa pemuda lainnya mulai mengembangkan Yamakasi sebagai tim Parkour yang dikenal di Perancis. Namun karena perbedaan prinsip, David dan Sebastian berpisah dan meninggalkan Yamakasi. Sehingga saat film Yamakasi yang dibuat pada tahun 2001 harus tetap berjalan tanpa kehadiran mereka berdua.

David tetap memegang prinsip Parkour yang tetap mengedepankan tentang keEFEKTIFan dan EFISIENSI yang menampilkan kesederhanaan dan memiliki filosofi melewati rintangan dengan cepat dan efisien. Sedangkan Sebastian lebih memilih untuk membuat gerakan-gerakan dari parkour terlihat lebih indah yang dapat membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik. Sehingga akhirnya ia menambahkan gerakan acrobat seperti flip atau salto dikombinasi dengan gerakan “pacours du combatant” yang akhirnya menjadi Freerunning. Hal tersebut yang membuat David Belle berbeda pandangan dengan Sebastian Foucan. Karena menurut David Belle, gerakan acrobat atau salto sangat tidak efisien dan sangat bertolak belakang dengan originalitas Parkour. Selain itu, keinginan untuk melakukan gerakan hanya untuk dilihat orang lain tanpa keinginan untuk melakukan gerakan itu dari diri sendiri, merupakan hal yang bertolak belakang dengan parkour.

DAVID BELLE.













Berikut adalah teknik dasar latihan parkour:

1. Landing = Teknik mendarat di permukaan tanah.
Cara terbaik mendarat adalah dengan mencondongkan posisi badan agak ke depan. Saat akan menyentuh tanah, gunakan kedua kedua ujung kaki untuk mendarat. Atau dengan kata lain mendarat dengan jinjit. Saat kaki menyentuh tanah usahakan badan juga diturunkan kemudian di seimbangkan dengan bantuan tangan.
Fungsi teknik Landing adalah untuk meminimize rasa sakit saat kita melompat ke bawah. Dengan teknik seperti diats, kita akan mahir untuk terjun dari ketinggian sekitar 2,5 meter.

Yang perlu diperhatikan untuk pemula:
- Cobalah belajar teknik Landing dari ketinggian yang pendek terlebih dahulu. Contohnya dari ketinggian 75 cm dahulu 100 cm (1 m). Jangan langsung terjun dari yang tinggi-tinggi.
- Usahakan kedua kaki bersamaan menyentuh tanah dengan sejajar dan di usahakan jinjit menggunakan ujung telapak kaki (bukan jari jari kaki).


 

 2.Balance = Teknik Balance adalah teknik keseimbangan. Teknik ini dilakukan di atas permukaan tipis seperti di rail dan berjalan perlahan di atas rail untuk menjaga kesimbangan sekaligus melatih fokus dan kontrol.
Fungsi teknik Balance adalah untuk melatih keseimbangan, fokus dan kontrol melalui pikiran seseorang. Teknik sangat bermanfaat untuk membantu gerakan saat kita berlari untuk melakukan vault.

Yang perlu diperhatikan untuk pemula:
- Latihan Balance bisa dimulai di tempat yang safety. Jangan langsung dilakukan di atas rail tipis kalo merasa belum yakin.
- Fokus dan kontrol posisi badan saat melakukan Balance.

 

 3.Cat Balance = Teknik Cat Balance dilakukan dengan cara memposisikan badan untuk merangkak bagaikan kucing di atas rail secara perlahan-lahan.
Fungsi teknik Cat Balance tidak hanya berguna untuk keseimbangan, kontrol dan fokus. Teknik ini juga berfungsi untuk menguatkan lengan dan punggung.

Yang harus diperhatikan pemula:
- Usahakan melakukannya di tempat yang datar. Bukan menurun seperti di gambar.
- Saat memindahkan tangan dan kaki diusahakan berbarengan dan berlawanan antara kiri dan kanan.

 

 4.Precision Jump = Teknik melakukan lompatan statis dari satu objek ke objek lainnya untuk melatih power kontrol. Cara melakukan Precisison Jump adalah dengan bersiap melompat secara seksama dalam keadaan diam dengan full power. Saat akan mendarat di objek selanjutnya, kurangi power sehingga kontrol badan terpenuhi. Atau dengan kata lain saat mendarat di objek selanjutnya, para traceur bisa mendarat dengan seimbang.

Fungsi teknik Precisison Jump adalah untuk mengontrol power dan melatih keseimbangan tubuh

 

 5.Rolling/ Roll (Roulade)
Gerakan berguling kedepan setelah melakukan lompatan. Hal ini bertujuan untuk mentransfer momentum atau energi setelah melompat.

6.Cat leap/Arm jump (Saut de bras)
Gerakan mendarat di salah satu sisi obstacles dengan menggunakan tangan seperti mencengkram sudut atas dari obstacles, menahan badan, dan bersiap untuk memanjat.

 
 7.Turn vault /Demitour
Melompat dengan gerakan berputar 180° derajat; secara harfiahnya "setengan berputar." Gerakan ini berguna untuk menempatkan diri kalian bergelantungan dari salah satu sisi sebuah object ke sisi satunya untuk melakukan pendaratan jarak pendek atau bersiap untuk melompat ke object lainnya.

 
 8.Lazy Vault
Melewati obstacles dengan kecepatan rendah degan menaikkan badan dibantu dengan satu tangan. Setelah melewati obstacles tersebut, kaki diluruskan dan dibantu dengan tanagn yang lain sebagai tumpuan kedua.


9.Speed Vault
Lompat melewati obstacles denga kecepatan penuh sambil memiringkan kaki untuk melewati obstacles dibantu dengan hentakan satu tangan

10.Kong vault/Cat jump/pass (Saut de chat)
Gerakang lompatan dengan diving ke depan sehingga posisi badan terlihat horizontal, kemudian mendarat dengan tangan serta memasukan kaki melewati kedua tangan, sehingga badan kembali ke posisi vertical dan bersiap untuk mendarat.

 
 11.Dash vault
Melewati obstacles dengan melompat menggunakan kedua kaki terlebih dahulu kearah depan sehingga badan dan kaki terlihat membentuk sudut 90 derajat, dan diteruskan dengan menahan badan dengan kedua tangan.

 
12.Reverse vault
Gerakan melompat dengan perputaran 360°. Dalam lompatan ini, traceur's melompat dengan membalikkan badannya saat melewati sebuah obstacles.


13. wall hop (Passe muraille)
Melompati tembok, yang biasanya menggunakan kaki dan ditendangkan ke arah tembok untuk merubah momentum awal ke momentum keatas, serta diikuti dengan penggunaan tangan saat di atas tembok untuk melewati tembok tersebut.

 

14.Underbar (Franchissement)
Melompat atau berayun melewati sebuah celah pada sebuah obstacles; secara harfiahnya "untuk melewati" atau "untuk menembus”

15.Gap jump (Saut de détente)
Gerakan melompat dari sebuah obstacles untuk melewati sebuah gap atau jarak. Teknik ini biasanya dikuti dengan gerakan Roll. (biasanya didahului dengan berlari)
 

16.Tic tac
Gerakan menendang ke arah tembok yang dimaksudkan untuk melewati obstacle atau mencapai ketinggian untuk meraih sesuatu object.

 



NB: prcatice with PROFESIONAL only, don't try this at home or you don't know tehnique.

BERIKUT ADALAH DATA2 YANG BERADA DALAM KARTU SIM:


Jumat, 09 November 2012

ARRAY PADA COBOL



1. Apa yang kalian ketahui tentang array pada COBOL ?

Jawab : 
Array (larik) merupakan tipe data tersetruktur dimana didalamnya terdiri dari komponen – komponen yang mempunyai tipe data yang sama. Didalam suatu array jumlah komponen banyaknya adalah tetap. Didalam suatu larik atau array setiap kompoenen ditunjukan oleh suatu index yang unik. Index dari setiap komponen array menunjukan urutan data atau identitas yang mewakili data yang ada didalamnya.




2. Sebutkan Bentuk Umum Array pada COBOL?

Jawab :
Dalam Bahasa COBOL dapat di tulis sebagai berikut :
01 TABEL-TEMP
02 TEMP OCCURS 24 TIMES PIC 99




3. Berikan Contoh Pemrograman Array Pada Cobol :

Jawab :

Minggu, 04 November 2012

Good Corporate Governance pada Bank Internasional Indonesia


Good Corporate Governance pada Bank Internasional Indonesia


Anggota Kelompok :
Devin Pratama
Fajar Mauludi H
Henricus Indra P
Muhamad Rayhan
Ricky Yaminsyah
Rio Sempana A
Rizkia Yusuf
Yuda Nurfika


Pelaksanaan Good Corporate Governance pada Bank Internasional Indonesia

GCG diyakini sangat penting untuk mencapai tujuan BII menjadi organisasi yang kompetitif, didukung oleh sumber daya manusia yang handal serta menghargai nilai-nilai kerjasama kelompok, menjunjung integritas, pertumbuhan, kesempurnaan, efisiensi dan relationship building.
Berikut adalah laporan GCG yang menggambarkan pemenuhan struktur, proses serta hasil pelaksanaan GCG di BII yang diwujudkan melalui mekanisme sebagai berikut:
1.                  Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi.
Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi secara berkala, melalui pemberian arahan, nasihat maupun meminta pertanggungjawaban Direksi dalam setiap keputusan yang diambil. Pengawasan tersebut dilaksanakan antara lain melalui rapat berkala Dewan Komisaris dengan Direksi atau melalui laporan-laporan yang disampaikan secara khusus oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, Direktur Kepatuhan atau melalui sarana komunikasi tertulis lainnya.

2.                  Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian intern bank.
BII menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dalam melaksanakan implementasi strategi dan monitoring kinerja. Hal ini sejalan dengan kebijaksanaan perusahaan yang menilai prestasi dan penghargaan berdasarkan basis kinerja. Sasaran strategik dikonversikan menjadi Key Performance Indicator (KPI) yang disepakati bersama oleh jajaran Direksi dan diturunkan sampai jajaran paling
bawah. Hal tersebut untuk memastikan bahwa strategi dapat fokus dan berjalan dengan baik.
Kerangka KPI 2011 yang digunakan telah disusun agar dapat dengan mudah mencapai tujuan strategi yang ditetapkan dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
1.         Financial Perspective (pemantauan biaya).
2.         Business Process Improvement.
3.         Customer perspective.
4.         Talent Management and Employee Engagement.

Prosedur penilaian dan persetujuan KPI Setelah ditetapkan oleh Direksi, Komite Remunerasi dan Nominasi melakukan penilaian atas KPI tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan proses persetujuan dari Dewan Komisaris. KPI Direksi untuk tahun 2011 telah disetujui oleh rapat Dewan Komisaris yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2011.

3.                  Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan auditor eksternal.
Penerapan Fungsi Kepatuhan dilaksanakan dengan menekankan pada peran aktif dan tanggung jawab dari seluruh karyawan Bank. Hal ini tercantum di dalam Kode Etik Pedoman Tingkah Laku dan Board Manual yang merupakan salah satu kebijakan dalam menerapkan tatakelola perusahaan yang baik (GCG) serta penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking principles) dalam seluruh kegiatan perbankan sebagai upaya untuk menciptakan perbankan yang sehat.
Secara khusus, Fungsi Kepatuhan diemban oleh organisasi kepatuhan yang terdiri dari Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan, Kepala unit kerja kepatuhan dan satuan kerja kepatuhan. Seluruh elemen organisasi kepatuhan berstatus independen. Status independensi yang disandang elemen organisasi fungsi kepatuhan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan menghindari konflik kepentingan (conflict of interest).

4.                  Penerapan manajemen risiko, termasuk system pengendalian intern.
Pengelolaan Risiko Kepatuhan yang baik dan tepat waktu diharapkan dapat meminimalisir dampak risiko sedini mungkin. Dengan demikian peran dan Fungsi Kepatuhan maupun satuan kerja kepatuhan ke depan tidak hanya melihat suatu kejadian yang bersifatex-ante melainkan juga harus mampu mengelola Risiko Kepatuhan agar sejalan dengan penerapan manajemen risiko yang telah berjalan di
bank secara keseluruhan.

5.                     Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar.
Bank telah memiliki kebijakan internal mengenai mekanisme pemantauan penyediaan dana dengan memperhatikan penyebaran/diversifikasi portofolio penyediaan dana yang diberikan dan Bank telah menetapkan kebijakan internal mengenai limit penyediaan dana, seperti penetapan limit industri dan in-house limit.
Penetapan limit industri merupakan upaya bank dalam menghindari risiko konsentrasi kredit yaitu risiko penyaluran kredit yang terkonsentrasi pada sektor industri tertentu.
Limit industri ditetapkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
a.        Visi manajemen dan pasar potensial atas masing-masing industri.
b.        Pengalaman bank dalam menangani industri tertentu
c.        Komposisi portofolio kredit saat ini

6.                  Rencana strategis Bank.
Rencana Bisnis Bank pada tahun 2011 disusun dengan memperhatikan faktor-faktor eksternal dan internal yang disertai prinsip kehati-hatian. Penyusunan Rencana Bisnis Bank mengacu kepada visi dan misi Bank yang telah ditetapkan sejak awal untuk memastikan konsistensi rencana bisnis jangka panjang dengan jangka menengah dan pendek.
Dalam jangka panjang, Bank memiliki aspirasi untuk menjadi
penyedia jasa keuangan terbaik pada segmen pasar yang
dilayani pada 5 (lima) area bisnis utama Bank, yaitu:
1.        Pembiayaan pada industri transportasi;
2.        Sistem pembayaran dalam mata uang USD;
3.        Supply Chain Financing di segmen UKM & Komersial;
4.        Structured Trade Financing dan Resources Based Industry di segmen Korporasi;
5.        Bisnis kartu kredit.

7.                  Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank.
Penyusunan dan penyajian laporan keuangan dan non keuangan telah dilakukan sesuai dengan tata cara, jenis dan cakupan menurut ketentuan yang berlaku dari Bank Indonesia.
Sebagai salah satu bentuk transparansi dan ketersediaan akses informasi data perusahaan, selama 2011, bank mempublikasikan informasi dan data perusahaan.
Informasi mengenai laporan keuangan dan data perusahaan disajikan pula melalui home page PT Bank Internasional Indonesia Tbk (www.bii.co.id) sehingga dapat diakses oleh seluruh stakeholders PT Bank Internasional Indonesia Tbk.

Laporan Pelaksanaan GCG terdiri dari transparansi penerapan pelaksanaan GCG dan kesimpulan umum hasilself-assessment pelaksanaan GCG yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan BII.
Hal ini merupakan bentuk transparansi kondisi keuangan dan non keuangan kepada publik sesuai dengan penerapan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 serta Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum.